Bismillahirrahmanirrahim
Dalam rangka memaksimalkan Pelayanan Masjid Oman kepada jamaahnya dan masyarakat sekitar dalam pemberdayaan ekonomi ummat, In Syaa Allah akan terwujud dengan wadah Koperasi Masjid Oman Almakmur yang sudah dibentuk secara resmi dalam rapat anggota pendiri pada hari Selasa malam tanggal 11 Oktober 2022 dengan mengambil tempat di aula lantai II Hotel Syariah Almakmur.
Pada kesempatan tersebut hadir bapak Saiful mewakil Kepala Dinas Koperasi Kota Banda Aceh dan bapak Zainal Arifin mantan Kepala Bank Indonesia Regional Banda Aceh yang kebetulan sedang berada di Banda Aceh dalam suatu tugas kedinasan dan beliau mengambil kesempatan bersilaturrahmi dengan Pengurus Masjid Oman Almakmur serta memberikan pencerahan tentang BMT yang telah beliau fasilitasi ketika menjabat Kepala Bank Indonesia Regional Banda Aceh.
Didalam rapat anggota pendiri tersebut telah dimusyawarahkan beberapa hal mendasar dan disepakati antara lain bahwa:
BMT (Baitul Maal wat Tamwil) akan dijadikan prioritas unit usaha koperasi ini dalam rangka merealisasi progam BMT yang sudah lama direncanakan dan dimatangkan dengan fasilitasnya yang telah tersedia berkat bantuan dan bimbingan Bank Indonesia Regional Banda Aceh.
Dalam menjalankan unit usaha BMT Koperasi Masjid Oman Almakmur akan menjalin kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Hikmah Wakalah untuk mendapatkan pendampingan (advokasi) permodalan dan bimbingan skill serta perbantuan SDM yang sudah berprestasi selama dibutuhkan.
Layanan BMT untuk sementara hanya akan diberikan kepada anggota Koperasi Masjid Oman Almakmur yang sudah terdaftar dan mendapatkan kartu keanggotaan.
Kepada Jamaah dan masyarakat yang berminat untuk menjadi anggota Koperasi Masjid Oman Almakmur, dapat menghubungi Sekretaris atau Wakil Sekretaris Pengurus Koperasi Masjid Oman Almakmur terpilih, yaitu Tgk. H. Heldi Ilyas Makruf (WA: 085260618211) dan Tgk. Mauliza Akbar (WA: 085359014889).

Pengurus koperasi masjid Oman mengadakan pertemuan silaturahmi dengan nasabah koperasi pada tanggal 4 Mei 2025 hari Ahad malam, yang diselenggarakan di Aula Hotel Syariah Almakmur. Pemandu acara ustadz Mauliza Akbar. Acara silaturrahmi berlangsung khidmat dan akrab dengan suguhan aneka gorengan. Ada Tagor, pisgor, dan temgor. Ada kopi dan teh panas racikan dapur hotel Almakmur yang nikmat. Diselingi dengan siraman rohani berupa petuah dan kiat bisnis yang disampaikan oleh Pebisnis sukses yang merangkap Dewas Koperasi yang kini menanjak menjadi penceramah kondang ustadz Fauzan Zakaria dan ustadz M. Jamil Ibrahim yang sudah kenyang pengalaman dalam bidang perkoperasian ikut memberi semangat kepada para nasabah untuk terus meningkatkan usahanya karena koperasi siap memberikan dukungan dana.

Pada saat berita ini diturunkan nasabah koperasi masjid Oman Al makmur berjumlah 100 orang diantaranya ada yang tertunggak pembayaran sekitar 2,5% atau 20 juta dari 400 juta modal yang diluncurkan. Tidak semua nasabah diundang dalam pertemuan silaturahmi tersebut mengingat tempat yang terbatas. Nasabah yang hadir adalah nasabah yang potensial diperkirakan ada sekitar 30 orang. Pada pertemuan tersebut juga dibuka forum diskusi untuk saling share informasi baik dari pengurus maupun dari nasabah, ada beberapa orang nasabah yang ikut berbicara dan menyampaikan usulan yang intinya meminta agar koperasi dapat memberikan tambahan pagu pinjaman dan memberikan batas waktu pengembalian yang lebih fleksibel. Mereka menyampaikan sangat terbantu untuk pengembangan usaha mereka dengan adanya pinjaman modal dari koperasi mesin Oman Al makmur.

Setelah pertemuan silaturahmi dengan para nasabah koperasi pengurus merencanakan pertemuan dan sering dengan pengurus badan kemakmuran masjid Oman pada hari Selasa tanggal 6 Mei 2025 setelah salat subuh.
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution ingin koperasi syariah berada di masjid-masjid di Kota Medan. Maka itu Program Masjid Mandiri pun kian masif dijalankan agar peranan umat bisa bermula dari rumah ibadah.
Tak ayal, kepedulian dan ide brilian tersebut untuk kebangkitan umat membuat Bobby Afif Nasution didaulat sebagai Tokoh Peduli Ekonomi Islam oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut di Kampus Lama Jalan IAIN Kelurahan Gaharu Kecataman Medan Timur Senin (8/11/2021).
Apa saja yang mendasari penyematan tokoh peduli ekonomi Islam tersebut? Menurut Rektor UIN Sumut Prof, Dr Syahrin Harahap, MA program keumatan Bobby Nasution yang bernama Masjid Mandiri layak diganjar penghargaan.
Kata Prof Syahrin, sebagai pemimpin di Kota Medan Bobby membawa semangat spiritualitas dalam setiap pembangunan yang dicanangkannya.
"Pembangunan Pak Bobby tak lepas dari spiritualitas, dan itu sesuai dengan sila ke satu. Pak Bobby membangun program masjid mandiri. Ini yang sudah sering dibicarakan, kalau Indonesia mau maju, maka majukanlah umat Islam," kata Prof Syahrin.
Program Masjid Mandiri adalah program pendidikan dan basis ekonomi keumatan di dalamnya. Bobby Nasution ingin membangun kemajuan ekonomi dan peradaban Islam yang dimulai dari Masjid.
"Saya pribadi baru mendengar konsep Masjid Mandiri ini dari ide yang dibawa anak muda soal masjid mandiri. Maka kami sampaikan penghargaan tokoh ekonomi Islam. Ini penghargaan lahir batin tak dibuat-buat. Negeri ini perlu pemikiran baru untuk umat. Bangkit dari masjid," lanjut Prof Syahrin.
Pada pertemuan tersebut juga digelar beberapa kerjasama. Pertama penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara UIN Sumut dengan Pemko Medan untuk pengembangan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Ada juga MoU untuk pelatihan koperasi syariah dalam upaya mendirikan koperasi syariah di masjid-masjid.
Kerjasama lainnya adalah jaminan masuk UIN Sumut tanpa tes kepada para pemenang MTQ di Kota Medan. Hal ini adalah permintaan khusus Bobby Nasution kepada Rektor UIN beberapa waktu lalu.
Mendapat penghargaan dari UIN Sumut, Bobby Nasution pun kembali menjelaskan apa itu Program Masjid Mandiri. Ternyata konsep ini adalah satu yang awal-awal dimusyawarahkan sesaat setelah dilantik menjadi Wali Kota Medan sekitar sembilan bulan lalu.
"Jadi sebulan setelah dilantik, saya minta Program Masjid Mandiri harus jalan. Dan kemarin sudah kita luncurkan Bulan Ramadan lalu. Ada 16 poin di program tersebut yang harus jadi pekerjaan rumah bagi kita semua," kata Bobby.
Seluruh stake holder harus punya perhatian kepada program keumatan yang dikemas dalam Program Masjid Mandiri. Misalnya, BPN yang diminta membantu untuk permudah pengurusan surat keabsahan tanah masjid.
"Cita-cita saya adalah jadikan masjid tak hanya rumah ibadah tapi kebangkitan peradaban. Kolaborasi semua pihak akan mencapai berkah. Untuk mencapai itu caranya harus dimulai dari masjid. Kehidupan sehari-hari, sosial, politik, ekonomi berlandaskan dari masjid," lanjut Menantu Presiden Jokowi itu.
Pendidikan dan ekonomi tentu juga perhatian besar yang coba diterapkan di masjid.
"Perekonomian yang bisa disyiarkan dari masjid, misal ekonomi syariah banyak dikenal dari kampus dari perbankan, jarang dikenalkan dari masjid. Akhirnya kita kalah bersaing dari konsep yang dilarang agama. Kalau ekonomi syariah kita bahas dan kembangkan dari masjid Insya Allah kita akan capai kesuksesan keberkahan," kata Bobby.
Terakhir Bobby senang bila para pemenang MTQ kelak bisa diterimas kuliah di UIN Sumut tanpa testing. Bahkan beasiswa juga akan disiapkan bagi mereka.
"Saya Inginkan adik-adik, anak-anak kita yang banggakan nama Kota Medan dengan syiarkan isi Quran fapat fasilitas khusus. Pemko berikan fasilitas khusus untuk hafiz, hafizah, qori, tahun depan kalau bisa sudah jalan agar mereka bisa kuliah di UIN Sumut," jelasnya.(Liputan 6)
Tak ada yang mengira jika 'Kebal' bisa dirasakan luas oleh masyarakat Kota Bandung. Sudah ada 660 orang yang bergabung menjadi anggota, saling berbagi dan meringankan beban satu sama lain.
Berada di Jalan Sukagalih No.88, Kecamatan Sukajadi, Keluarga Besar Al Muttaqien atau dikenal dengan nama Kebal, telah beroperasi sejak tahun 1998 dalam bentuk koperasi simpan pinjam.
Ketua Kebal, Irwansyah menyampaikan, mulanya koperasi ini diinisiasi para tokoh RW 05 jamaah Al Muttaqien untuk saling membantu di tengah krisis moneter.
"Karena krisis moneter itu, beberapa masyarakat juga hidupnya tergantung dengan rentenir. Banyak kaum mampu yang ingin membantu mereka, tapi jika dikasih langsung nanti tidak ada edukasinya. Maka dari itu, salah satunya lewat koperasi ini," ungkap Irwan saat ditemui Humas Kota Bandung, Senin, 15 Agustus 2022.
Menurutnya, hal yang membedakan Kebal dengan koperasi lain ialah tak menjadikan uang sebagai komoditas. Uang yang terkumpul dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kebutuhan para anggota koperasi.
"Biaya jasanya hanya 0,2 persen. Kita yang diperbanyak di sini kegiatan sosialnya untuk membantu duafa dan masyarakat sekitar yang terjerat rentenir dengan program literasi keuangan," ujarnya.
Sistemnya dengan simpanan pokok masing-masing Rp100.000, simpanan wajib Rp 20.000 per orang, dan iuran kematian serta kesehatan totalnya Rp5.000 per bulan.
Para anggota saling sokong untuk menjenguk dan membantu sesama. Siapa saja boleh bergabung menjadi anggota.
Ia menjelaskan, para calon anggota harus melalui proses taaruf dulu atau perkenalan berisi edukasi mengenai sistem koperasi Kebal. Jika ternyata cocok, bisa lanjut ke tahap ijab dan qobul untuk bergabung menjadi anggota koperasi Kebal.
"Persyaratan administratifnya hanya KTP dan KK. Lalu memenuhi kewajiban keuangan simpanan pokok, simpanan wajib, dan iuran lainnya," ucapnya.
Bagi anggota terjamin yang sudah 6 bulan bergabung bisa melakukan peminjaman. Sedangkan, anggota yang tidak dijamin, baru boleh meminjam setelah 1 tahun kemudian.
"Jumlahnya beragam, bisa melakukan peminjaman sebanyak 90 persen dari total simpanannya, atau 100 persen, bahkan boleh 3 kali lipat," paparnya.
Ia bersyukur, melalui gerakan kecil ini Kebal bisa terpilih sebagai percontohan Koperasi Juara di Kota Bandung.
Hasil iuran anggota kebal biasanya digunakan untuk kegiatan sosial bagi kaum duafa, membantu biaya sekolah, dan mencegah serta melepaskan jeratan rentenir.
"Kami juga melakukan edukasi bagi masyarakat yang terjerat rentenir. Sebanyak 175 orang di luar anggota koperasi telah dibantu dari 28 kelompok koperasi Kebal," akunya.
Salah satu kasusnya seperti di Kalipah Apo tempo hari. Irwan menuturkan, Kebal bersama Wali Kota Bandung membantu salah satu warga menebus sertifikatnya di rentenir.
"Biayanya Rp3,7 juta. Uangnya memang tidak kembali, tapi akhirnya sertifikat ibu tersebut kembali," tuturnya
Koperasi juara ini diharapkan menjadi koperasi yang ujung tombaknya ada kelurahan. Dimulai dari bermitra dengan wilayah RT untuk membangun kampung anti rentenir.
"Tepatnya di RT 02 RW 05. Kita bantu warga yang terjerat rentenir di sana. Kita juga menyimpan dana Rp10 juta untuk dimanfaatkan pedagang kecil agar mereka tidak meminjam ke rentenir," katanya.
Sudah ada 13 orang yang bisa memanfaatkan dana tersebut. Pada tahun 2021 penyaluran dana rentenir mencapai Rp121 juta. Lalu, per Juni 2022 ini penyalurannya telah mencapai Rp57 juta.
"Sedangkan untuk jasa pinjam anggota telah tercapai 66 persen dari target tahun ini. Kemudian, untuk SHU telah mencapai 62 persen dari target," imbuhnya.
Tak hanya menyejahterakan para anggota dan warga lain, koperasi Kebal juga membina koperasi lainnya. Sebab, Kebal dipilih Dinas KUKM Kota Bandung untuk menjadi rujukan bagi koperasi lain.
"Insyaallah tanggal 19 Agustus ini kami akan menyerahkan bantuan untuk Masjid Al Falaq di Kelurahan Sukabungah sebesar Rp200 juta tanpa dipotong biaya apapun. Ini meruapakan dari hasil iuran warga kami," katanya. (din)**
Kepala Diskominfo Kota Bandung
Yayan A. Brilyana